Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aqidah

KEHIDUPAN SETELAH MATI - ALAM BARZAKH (ALAM KUBUR)

Gambar
Alam Barzakh (Alam Kubur) Setelah seseorang meninggal dunia, maka seseorang akan masuk pada alam barzakh. Dalam bahasa Arab, barzakh artinya perantara. Yaitu perantara antara alam dunia dengan alam akhirat. Alam barzakh termasuk bagian dari alam akhirat, sehingga maksud yang benar adalah alam barzakh merupakan alam di antara alam dunia dengan alam setelah hari kebangkitan. Fase ini sering disebut sebagai alam kubur karena kebanyakan orang dikubur setelah meninggal dunia. Padahal asalnya seseorang yang meninggal dunia telah masuk ke alam barzakh meskipun dia tidak dikubur. Dan dalil yang paling kuat yang menunjukkan akan hal ini adalah kisah fir’aun.  Sebagaimana kita ketahui bahwa Fir’aun dan bala tentaranya yang meninggal di laut merah, banyak dari mereka jasadnya tidak dikubur. Bahkan jasad Fir’aun diselamatkan oleh Allah sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya, فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاس...

BALASAN BAGI ORANG YANG TAK BERIMAN - NERAKA (Pendahuluan, Sudah Diciptakan, Kekal, Lokasi, Kedalaman Dan Luas, bagi 1)

Gambar
PENDAHULUAN Neraka adalah negeri yang Allah ﷻ janjikan untuk orang-orang kafir yang durhaka kepada syari’at-Nya dan mendustakan para Rasul-Nya.  Dia adalah adzab Allah ﷻ yang di dalamnya Allah  mengadzab musuh-musuh-Nya, memenjarakan orang-orang yang mesti di penjara dari kalangan orang-orang yang berdosa.  Neraka adalah kehinaan yang sangat besar, kerugian yang sangat dahsyat, tidak ada lagi kehinaan di atas itu dan tidak ada kerugian yang lebih besar dari pada itu.  Allah ﷻ berfirman,  رَبَّنَا إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ “Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka maka sungguh Engkau telah hinakan dia dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolongpun.” (QS. Ali Imran : 192).  أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّهُ مَن يُحَادِدِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَأَنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدًا فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ الْخِزْيُ الْعَظِيمُ “Tidakkah mereka mengetahui,...

LARANGAN BERSIKAP GHULUW (BAGIAN KE-2)

Gambar
Membangun kubur, menembok kubur, membuat bangunan, monument, dan patung di atas kuburan adalah sikap ghuluw dan bid’ah yang membawa manusia kepada kesyirikan.  Oleh karena itu dalam Islam tidak boleh membangun kuburan, disemen, dan lainnya. Tidak boleh juga menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah.  Ghuluw ini ada bermacam-macam. Ghuluw dalam ‘aqidah, yaitu ghuluw yang berkaitan dengan seluruh syari’at Islam dan pokok masalahnya (perkara ‘aqidah).  Ghuluw dalam perkara ‘aqidah ini lebih berbahaya daripada ghuluw dalam perkara amal karena dapat menyebabkan manusia keluar dari agama Islam, meninggalkan agama mereka dan menyebabkan terjadinya perpecahan kaum Muslimin dan adanya jama’ah-jama’ah yang menyimpang dari jalan yang lurus.  Di antara bentuk ghuluw dalam aqidah yaitu berlebihan dalam mensucikan Allâh Subhanahu wa Ta’ala , akhirnya mereka mengingkari nama-nama dan sifat-sifat Allâh yang tinggi dan indah.  Ada juga yang mengingkari seluruhnya sepe...

LARANGAN BERSIKAP GHULUW (BAGIAN KE-1)

Gambar
Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله  Dari Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma ia berkata, “Rasûlullâh  ﷺ bersabda :  …وَإِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِيْ الدِّيْنِ، فَإِنَّمَـا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالْغُلُوِّ فِيْ الدِّيْنِ  ‘… Dan jauhilah oleh kalian sikap ghuluw (berlebihan) dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah binasa karena sikap ghuluw (berlebihan) dalam agama.’”  TAKHRIJ HADITS  Hadits ini shahîh. Diriwayatkan oleh  Ahmad (I/215, 347);  An-Nasâi (V/268);  Ibnu Mâjah (no. 3029);  Ibnu Khuzaimah (no. 2867);  Ibnu Hibbân (no. 3860-at-Ta’lîqâtul Hisân ‘ala Shahîh Ibni Hibbân) dan (no. 1011-Mawâriduzh Zham‘âan ila Zawâidi Ibni Hibbân);  Ibnul Jârûd (no. 473). Al-Hâkim (I/466), ia menshahihkannya sesuai dengan syarat al-Bukhâri dan Muslim dan adz-Dzahabi menyepakatinya;  Al-Baihaqi dalam as-Sunanul Kubra (V/Sunanul Kubra Muslim dan adz-Dzahabi menyepakatinya,...

HUKUM ORANG YANG MENCELA SAHABAT NABI

Gambar
Kalau kita melihat tindak tanduk Rafidhah (baca: Syi’ah), mereka tidaklah lepas dari mencela sahabat. Ulama-ulama mereka tidak segan-segan mengatakan bahwa ‘Aisyah –istri tercinta Rasul  ﷺ -  itu kafir dan pantas menempati neraka.  Banyak literatur Syi’ah yang menyebutkan ajaran demikian, bukan hanya satu atau dua pernyataan, bahkan sudah menjadi ajaran pokok mereka.  Tulisan kali ini akan menunjukkan bagaimana pujian Allah pada mereka, sahabat Nabi  ﷺ  yang mulia. Juga akan dijelaskan pula mengenai kafirnya orang yang mencela sahabat Rasul  ﷺ. Merenungkan Sifat Mulia Para Sahabat Nabi  ﷺ Sifat mulia para sahabat Nabi  ﷺ , termaktub dalam ayat berikut setelah Allah memuji Rasul-Nya yang mulia. Allah  Ta’ala  berfirman, مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ...

Hukuman Bagi Orang Yang Mencela Dan Memperolok-Olok Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (Bagian ke-2)

Gambar
Ketika salah seorang penguasa Mongol hendak masuk Kristen, dia mengumpulkan banyak sekali manusia. Seorang uskup Nashrani datang untuk mengkristenkan penguasa itu.  Uskup itu mulai mencela Nabi ﷺ. Di tempat itu ada seekor anjing yang diikat, anjing itu mulai menggonggong, dan memutuskan talinya, dan menyerang orang Nashrani tersebut.  Maka orang-orang pun melindunginya dan mengeluarkan anjing itu, dan kembali mengikatnya. Mereka mengatakan : “Anjing itu menyalak kepadamu, karena engkau mencela Muhammad ﷺ“. Dia mengatakan: “Tidak, itu hanyalah seekor anjing seperti anjing-anjing yang lain.  Ia menyalak kepadaku dan kepada orang selainku”. Kemudian mereka mengikat anjing itu lagi dan mengencangkan ikatannya. Kemudian Nashrani itu mengulangi mencela Rasulullah ﷺ.  Anjing itu menyalak lagi dan memutuskan talinya. Kemudian menuju ke arah orang Nashrani tadi dan menggigitnya pada bagian lehernya, sampai anjing itu membunuhnya.  Maka masuk Islamlah -sebagai...

Hukuman Bagi Orang Yang Mencela Dan Memperolok-Olok Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (Bagian ke-1)

Gambar
Oleh : Syaikh Dr Muhammad bin Musa Alu Nashr  Mencintai Rasulullah ﷺ adalah wajib, dan mengikuti beliau hukumnya wajib, menghormatinya wajib, memuliakannya wajib, mengagungkan sunnahnya wajib.  Barangsiapa meremehkan Rasulullah ﷺ pada waktu hidup atau setelah wafat melalui ungkapan, atau dengan isyarat, atau dengan cerita, maka dia telah kafir kepada Allah dan amalannya terhapuskan.  Dan dia berhak mendapatkan hukuman yang menghentikannya (dari perbuatan itu), darahnya pun menjadi halal.  Oleh karena itulah para ulama kita, ulama Ahli Sunnah wal Jama’ah menetapkan, bahwa barangsiapa memperolok-olok Rasulullah ﷺ atau melecehkannya, atau merendahkannya, maka dia kafir, dia boleh dibunuh[1].  Dan para ulama berselisih, apakah dia punya kesempatan bertaubat dan dimintai untuk bertaubat atau tidak.  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menetapkan dalam Sharimul Maslul ‘ala Syatimir Rasul, bahwa orang itu tidak berhak bertaubat setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, ...

Siapakah Ya'juj dan Ma'juj Itu?

Gambar
Semakin dekatnya hari kiamat salah satunya ditandai dengan kemunculan Ya'juj dan Ma'juj.  Dalam Alquran Surah al-Kahfi ayat 94 dinyatakan, keduanya adalah kaum yang suka berbuat kerusakan di muka bumi. Ya'juj dan Ma'juj merupakan dua istilah yang selalu disebut bersamaan. Kedua istilah tersebut dapat ditemukan dalam Alquran, hadits, dan juga kitab-kitab suci terdahulu.  Pertanyaannya, siapakah Ya'juj dan Ma'juj itu sesungguhnya? Dari mana mereka berasal?  Sampai hari ini, suku bangsa yang disebut Ya'juj dan Ma'juj masih menimbulkan perdebatan.  Ada yang menyebut mereka sebagai bangsa Tartar, Mongol, Cina, dan sebagainya.  Ada pula yang menganggap Ya'juj dan Ma'juj sebagai nenek moyang bangsa Turki. Namun demikian, identitas mereka sesungguhnya hanya Allah Subhanahu wa ta'ala yang tahu.  Ibnu Katsir menerangkan, Ya'juj dan Ma'juj adalah keturunan Adam Alaihis salam. Silsilah mereka dikatakan berasal dari keturunan Yafits bi...