Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tabiin

Muhammad bin Sirin Tokoh Tabi’in yang Sabar

Gambar
Sirin berhasrat menyempurnakan separuh dari agamanya dengan menikah setelah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu membebaskannya dari belenggu perbudakan dan setelah pekerjaannya mendatangkan banyak keuntungan, karena dia memang seorang yang ahli membuat periuk. Jatuhlah pilihannya pada budak wanita Abu Bakar ash-Shiddiq yang bernama Shafiyah untuk dijadikan pendamping hidupnya. Shafiyah adalah seorang gadis muda yang cerah wajahnya, baik hatinya, pandai dan sangat disayangi penduduk Madinah yang mengenalnya. Gadis-gadis remaja dan orang-orang tua yang melihatnya memiliki pandangan yang sama bahwa dia adalah seorang wanita yang berpikiran cemerlang dan berbudi luhur. Yang paling menyayangi beliau adalah istri-istri Rasulullah, terutama Ummul Mukminin Aisyah. Pada hari yang telah direncanakan, Sirin menghadap Khalifah Rasulullah, Abu Bakar ash-Shidiq untuk meminang Shafiyah. Abu Bakar segera menyelidiki hal ihwal agama si peminang seperti layaknya seorang ayah manakala putrinya hendak ...

Tokoh Tabi’in: Said bin Musayyab

Gambar
Suatu tahun, Amirul Mukminin Abdul Malik bin Marwan berhasrat untuk menunaikan haji ke Baitullah al-Haram dan berziarah ke Haramain yang mulia dan mengucapkan salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sampailah bulan Dzulqa’dah, beliau berangkat menuju ke bumi Hijaz disertai tokoh-tokoh Bani Umayah, para gubernurnya, pejabat pemerintah, dan sebagian anaknya. Rombongan bertolak dari Damaskus ke Madinah al-Munawarah tanpa tergesa-gesa. Setiap kali singgah di suatu tempat atau wilayah, mereka beristirahat sambil mengadakan majelis ilmu dan saling memberikan peringatan agar bertambah pengetahuannya tentang agama dan mengisi jiwa dengan mutiara hikmah dan nasihat yang baik. Sampailah rombongan tersebut di Madinah al-Munawarah, Amirul Mukminin menuju tempat suci untuk memberi salam kepada penghuninya, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau melakukan shalat di Raadhah asy-Syarifah. Beliau merasakan kesejukan, ketenangan, dan ketentraman jiwa yang belum pernah be...

Najasyi (Ashhamah bin Jabar) – Bagian 2 Selesai

Gambar
Najasyi bertanya kepada Ja’far bin Abi Thalib, “Apakah kalian membawa sesuatu yang dibawa oleh Nabi itu tentang Rabb-nya?” Beliau menjawab, “Ya, ada.” Najasyi berkata, “Tolong bacakan untuk kami” Lalu Ja’far membacakan surat Maryam, وَŲ§Ų°ْكُŲ±ْ فِي Ų§Ł„ْكِŲŖَŲ§ŲØِ Ł…َŲ±ْيَŁ…َ Ų„ِŲ°ِ انتَŲØَŲ°َŲŖْ Ł…ِنْ Ų£َهْŁ„ِهَŲ§ Ł…َكَاناً Ų“َŲ±ْŁ‚ِيّŲ§ً. فَŲ§ŲŖَّŲ®َŲ°َŲŖْ Ł…ِن ŲÆُŁˆŁ†ِهِŁ…ْ  Ų­ِŲ¬َŲ§ŲØŲ§ً فَŲ£َŲ±ْŲ³َŁ„ْنَŲ§ Ų„ِŁ„َيْهَŲ§ Ų±ُوحَنَŲ§ فَŲŖَŁ…َŲ«َّŁ„َ Ł„َهَŲ§ ŲØَŲ“َŲ±Ų§ً Ų³َوِيّŲ§ً. Ł‚َŲ§Ł„َŲŖْ Ų„ِنِّي Ų£َŲ¹ُوذُ ŲØِالرَّŲ­ْŁ…َن Ł…ِŁ†Łƒَ Ų„ِن كُنتَ ŲŖَŁ‚ِيّŲ§ً. Ł‚َŲ§Ł„َ Ų„ِنَّŁ…َŲ§ Ų£َنَŲ§ Ų±َŲ³ُŁˆŁ„ُ Ų±َŲØِّكِ Ł„ِŲ£َهَŲØَ Ł„َكِ ŲŗُŁ„َŲ§Ł…Ų§ً Ų²َكِيّŲ§ً. Ł‚َŲ§Ł„َŲŖْ Ų£َنَّى يَكُŁˆŁ†ُ Ł„ِي ŲŗُŁ„َŲ§Ł…ٌ وَŁ„َŁ…ْ يَŁ…ْŲ³َŲ³ْنِي ŲØَŲ“َŲ±ٌ وَŁ„َŁ…ْ Ų£َكُ ŲØَŲŗِيّŲ§ً. Ł‚َŲ§Ł„َ كَŲ°َŁ„ِكِ Ł‚َŲ§Ł„َ Ų±َŲØُّكِ هُوَ Ų¹َŁ„َيَّ هَيِّنٌ وَŁ„ِنَŲ¬ْŲ¹َŁ„َهُ آيَŲ©ً Ł„ِلنَّŲ§Ų³ِ وَŲ±َŲ­ْŁ…َŲ©ً Ł…ِّنَّŲ§ وَكَانَ Ų£َŁ…ْŲ±Ų§ً Ł…َّŁ‚ْŲ¶ِيّŲ§ً فَŲ­َŁ…َŁ„َŲŖْهُ فَانتَŲØَŲ°َŲŖْ ŲØِهِ Ł…َكَاناً Ł‚َŲµِيّŲ§ً. فَŲ£َŲ¬َاؔهَŲ§ Ų§Ł„ْŁ…َŲ®َŲ§Ų¶ُ Ų„ِŁ„َى Ų¬ِŲ°ْŲ¹ِ النَّŲ®ْŁ„َŲ©ِ Ł‚َŲ§Ł„َŲŖْ يَŲ§ Ł„َيْŲŖَنِي Ł…ِŲŖُّ Ł‚َŲØْŁ„َ  Ł‡َŲ°َŲ§ وَكُنتُ نَŲ³ْياً Ł…َّنسِيّŲ§ً. فَنَŲ§ŲÆَاهَŲ§ Ł…ِن ŲŖَŲ­ْŲŖ...

Najasyi (Ashhamah bin Jabar) Bagian 1

Gambar
Najasyi bisa dikatakan tabi’in, bisa juga dikatakan sebagai sahabat. Hubungannya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlangsung melalui surat-menyurat. Ketika beliau wafat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat gaib untuknya, shalat yang belum pernah beliau lakukan sebelumnya. Dialah Ashhamah bin Jabar yang dikenal dengan sebutan “An-Najasyi“. Marilah, pada kesempatan yang penuh berkah ini, sejenak kita telusuri kehidupan seorang tokoh besar kaum muslimin ini. Ayah Ashamah adalah raja negeri Habasyah, dan dia tidak memiliki anak melainkan beliau. Kondisi ini dipandang kurang baik untuk masa depan negeri itu. Sebagian tokoh Habasyah saling berbisik, “Raja kita hanya memiliki seorang putra. Dia hanya menyusahkan. Dia akan mewarisi takhta bila raja wafat dan mengantar kita ke arah kebinasaan. Lebih baik, kita bunuh Sang Raja dan kita angkat saudaranya menjadi raja baru. Dia memiliki 12 putra yang membelanya semasa hidup dan menjadi pewarisnya bila meninggal...

Umar bin Abdul Aziz (Bagian 3)

Gambar
Lingkungan Masyarakat dan Pendidikan Umar bin Abdul Aziz Lingkungan Sosial memegang peranan kuat dan penting dalam membangun dan mencetak orang besar. Umar bin Abdul Aziz hidup di zaman keemasan Islam, zaman di mana masyarakat yang saleh, bertakwa, cinta terhadap ilmu, dan keteguhan berpegang pada Alquran dan sunah merupakan cirri dominan masyarakatnya. Maysarakat yang menganggap dosa adalah aib yang besar dan memalukan, yah itulah kondisi umum masyarakat pada saat itu. Saat itu pula orang-orang mulia yang dicintai Allah dan rasul-Nya masih ditemui, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah.” (QS. At-Taubah: 100). Benar saja, muhajirin dan anshar masih ada dan setia membimbing umat nabi mereka. Umar bin Abdul Aziz berguru kepada Abdullah bin Ja’far bin Abu Thalib, Sa’ib bin Yazid dan Sahal bin Sa’ad. Umar meminta sebua...

Umar bin Abdul Aziz (Bagian 2)

Gambar
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Membentuk Kepribadian Faktor Keluarga Umar bin Abdul Aziz melewati masa kanak-kanaknya di Kota Madinah An-Nabawiyah. Kota yang dipenuhi dengan aroma kenabian. Bagaimana tidak, pada saat itu masih banyak para sahabat berjalan-jalan di kota yang dahulunya disebut Yatsrib ini, di antara pembesar sahabat duduk-duduk di masjid mengajarkan ilmu yang mereka miliki, dan rumah-rumah nabi pun masih meninggalakn jejak-jejaknya yang mulia. Umar bin Abdul Aziz tergolong anak yang cerdas dan memiliki hapalan yang kuat. Kedekatan kekerabtannya dengan Abdullah bin Umar bin Khattab, menyebabkannya sering bermain ke rumah sahabat nabi yang mulia ini. Suatu ketika ia mengatakan kepada ibunya sebuah cita-cita yang mulia dan menunjukkan jati diri Umar kecil, “Ibu, aku ingin menjadi seorang laki-laki dari paman ibu.” Ibunya pun menanggapi, “Sulit bagimu nak untuk meniru pamanmu itu.” Terang saja ibunya mengatakan demikian, Abdullah bin Umar adalah salah seorang pembesar dari ...

Umar bin Abdul Aziz (Bagian 1)

Gambar
Keluarga Umar bin Abdul Aziz Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz, ya begitulah rakyatnya memanggilnya. Seorang pemimpin yang saleh, kharimastik, bijaksana, dan dekat dengan rakyatnya. Sosoknya yang begitu melegenda tentu membuat hati penasaran untuk mengenalnya. Peristiwa-peristiwa pada pemerintahannya menimbulkan rasa cinta untuk meneladaninya. Berikut ini bersama kita simak biografi singkat dari sang khalifah yang mulia. Ia adalah Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin Al-Hakam bin Abu Al-Ash bin Umayyah bin Abd Syams bin Manaf, seorang imam dalam permasalahan agama dan dunia, penghafal hadis nawabi, mujtahid, laki-laki yang zuhud, pula ahli ibadah, sosok yang benar-benar layak digelari pemimpin orang-orang yang beriman. Ia dikenal juga dengan Abu Hafs, nasabnya Al-Qurasyi Al-Umawi. Ayahnya adalah Abdul Aziz bin Marwan, salah seorang dari gubernur Klan Umayah. Ia seorang yang pemberani lagi suka berderma. Ia menikah dengan seorang wanita salehah dari kalangan Quraisy lainnya, wani...

Biografi Atha bin Abi Raba (Bagian 2)

Gambar
Perangai mulia yang lainnya adalah wara’ dan menjaga diri dari melanggar keharaman-keharaman Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena hakikat penghambaan diri seseorang kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah menjauhkan dirinya dari segala yang dimurkai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan termasuk wara’ adalah menjaga lisan dari mengucapkan sesuatu yang tidak didasari dengan ilmu dan bayyinah (bukti). Abu Khaitsamah dari Abdul Aziz bin Rafi’ berkata: “Atha pernah ditanya tentang suatu masalah lalu ia menjawab, “Aku tidak tahu.” Lalu ada yang mengatakan, “Mengapa engkau tidak menajawab saja pertanyaan tersebut dengan pendapatmu.” Ia menjawab, “Sungguh, aku malu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala apabila ada seorang beragama di muka bumi ini hanya berpedoman pada pendapatku.” Muhammad bin Suqoh mengatakan, “Maukah kalian aku ceritakan sesuatu yang bermanfaat bagi kalian seabagaimana juga bermanfaat bagiku?” Mereka menjawab, “Tentu.” Kemudian ia menceritakan tentang Atha, “Suatu ketika Atha bin Abi R...

Biografi Atha bin Abi Raba (Bagian 1)

Gambar
Atha bin Abi Raba Kun-yahnya adalah Abu Muhammad Al-Makki. Dahulu ia merupakan seorang budak dari keluarga Abi Hutsaim. Ayahnya dikenal dengan Abu Rabah Aswadan, nama aslinya Aslam dan ibunya bernama Barokah. Ia dilahirkan di sebuah desa di negeri Yaman yang bernama Al-Janad di masa kekhalifahan Utsman bin Affan. Atha wafat pada tahun 114 H. Atha adalah seorang yang berkulit hitam legam, berambut keriting, dan berbibir tebal. Semasa di Mekah ia menjadi budak dari seorang wanita yang bernama Habibah binti Maisarah bin Abi Hutsaim. Tatkala sang tuan melihat budaknya ini mempunyai semangat yang tinggi dalam menuntut ilmu dan berkhidmat kepada agama Allah, maka ia pun berinisiatif untuk membebaskannya dan mengharap pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bebaslah Atha dari belenggu perbudakan yang membatasi gerak-geriknya dalam meraih keutamaan di jalan Allah. Ia menjadi orang yang merdeka dan hanya menjadi budak Allah Ta’ala, Dzat yang telah menciptakan seluruh alam semesta ini. Setel...

Hasan al-Bashri

Gambar
Telah datang berita gembira kepada istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ummu Salamah, bahwa budaknya yang bernama Khairah telah melahirkan seorang bayi laki-laki. Ummul Mukminin hanyut dalam kegembiraan dan wajahnya tampak ceria dan berseri-seri. Dia mengutus seseorang untuk membawa ibu dan bayinya ke rumah selama masa-masa pemulihan pasca melahirkan. Khairah adalah budak yang paling beliau sayangi dan beliau telah rindu menantikan kelahiran bayi pertama dari budaknya itu. Tak lama setelah itu Khairah pun datang dengan bayi di gendongannya. Ketika Ummu Salamah memandangnya, beliau langsung menyukai bayi itu karena wajahnya yang tampan dan cerah, menarik hati siapapun yang memandangnya. Ummu Salamah bertanya kepada budaknya: “Sudahkah engkau memberikan nama untuknya wahai Khairah?” Khairah menjawab: “Belum, aku ingin Anda-lah yang memilihkan nama untuknya sesuka Anda.” Ummu Salamah berkata, “Kita akan memberi nama yang diberkahi Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu Hasan.” Lalu...