Postingan

Menampilkan postingan dengan label Siyar

Kisah Hidup Imam Abu Hanifah yang Menakjubkan

Gambar
Wajahnya tampan dan ceria, fasih bicaranya dan santun tutur katanya. Tidak terlalu tinggi badannya, tidak pula terlalu pendek sehingga enak dipandang mata. Di samping itu, beliau suka berpenampilan rapi, wajahnya ceria dan gemar memakai wewangian. Ketika muncul di tengah-tengah manusia, mereka bisa menebak kedatangannya dari bau wanginya sebelum melihat orangnya. Itu lah dia Nu’man bin Tsabit Al-Marzuban yang dikenal dengan Abu Hanifah, orang pertama yang meletakkan dasar-dasar fikih dan mengajarkan hikmah-hikmah yang baik. Abu Hanifah masih merasakan hidup sesaat sebelum berakhirnya khilafah bani Umayah dan awal kekuasaan bani Abasiyah. Beliau hidup pada suatu masa di mana para khalifah dan para gubernur memanjakan para ilmuwan dan ulama hingga rejeki datang kepada mereka dari segala arah tanpa mereka sadari. Meski demikian, Abu Hanifah senantiasa menjaga martabat jiwa dan ilmunya dari semua itu. Sesampainya di istana beliau disambut ramah dengan penuh hormat, dipersilakan duduk di...

Yazid bin Harun, Ulama yang Ditakuti Penguasa

Gambar
Pada tahun 118 Hijriyah, lahir seorang ulama yang bernama Yazid bin Harun bin Zadzi. Panggilan akrab ulama yang beretnis Bukhara, sebuah kawasan yang sekarang berada di Afghanistan, adalah Abu Khalid. Beliau lahir dan besar di daerah sekitar Baghdad, Irak. Guru dari Imam Ahmad bin Hambal ini mempunyai kharisma yang luar biasa. Kharisma itu muncul karena kesaksian dari para guru dan murid-murid beliau yang mengenal beliau sebagai ulama yang tsiqah. Hampir tak seorang pun dari guru dan murid beliau yang mendapati kekurangan beliau. Hadits yang beliau riwayatkan adalah hadits yang shahih. Kuatnya hafalan Abu Khalid Yazid bin Harun sudah dikenal di seluruh penjuru negeri muslim saat itu. Bahkan, dari sisi itu, beliau mengalahkan salah seorang guru Imam Syafi’i, Waqi’ bin Al-Jarrah. Imam Ahmad bin Hambal menyatakan bahwa kuatnya periwayatan hadits dari Yazid bin Harun sampai pada peringkat mutqin yang melebihi dari sekadar hafizh. Imam Asy-Syafi’i pernah menyaksikan bahwa Yazid bin Harun ha...

Surat Hasan al-Basri Kepada Umar bin Abdul Aziz

Gambar
Hasan Al-Basri rohimahullah menulis surat kepada Umar bin Abdul Aziz rohimahullah, dan dalam suratnya Hasan Al-Basri berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya tafakkur Itu mengajak pelakunya kepada kebaikan dan mengamalkannya. Menyesali kejahatan Itu membuat pelakunya meninggalkannya. Apa yang telah hilang – kendati sangat banyak-tidak bisa dibandingkan dengan apa yang masih ada, kendati mencarinya adalah sesuatu yang mulia. Bersabar terhadap kelelahan sebentar yang menghasilkan istirahat lama itu lebih baik , daripada penyegeraann istirahat sebentar yang menghasilkan kelelahan abadi. Waspadalah terhadap dunia yang menipu, berikhianat, dan memperdaya. ia berhias dengan tipuannya, berdandan dengan muslihatnya, membunuh manusia dengan mimpi-mimpinya, dan membuat ridu para pelamarnya, hingga Ia menjadi seperti pengantin yang menjadi pusat perhatian. Semua mata melihat kepadanva. Semua hati rindu kepadanva. dan semua jiwanva tertarik kepadanya. Ia menjadi pembunuh bagi semua suami- suaminya. Trag...

Sifat Malu dengan Hiasan Dunia dari Imam Ath-Thabari

Gambar
Nama beliau Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib. Orang-orang sekitar beliau kerap memanggil dengan sebutan Abu Ja’far dan generasi setelahnya menyebutnya dengan Imam Ath-Thabari. Kata Ath-Thabari berkaitan dengan tempat kelahiran beliau yang bernama Thabaristan, saat ini masuk dalam wilayah negara Iran. Kehadiran Islam di daerah ini terjadi pada tahun 22 H melalui sebuah perjanjian damai pada masa kepemimpinan Umar bin Khaththab melalui panglimanya, Suwaid bin Muqarrin al-Muzani. Peristiwa ini terjadi tidak lama setelah pasukan Islam berhasil menaklukkan kota al-Ray yang kini bernama Teheran. Ulama yang lahir pada tahun 225 H ini adalah anak dari seorang pencinta ilmu yang hidup sederhana. Ayah Ath-Thabari sangat menginginkan anaknya menjadi seorang ulama yang bisa menjadi rujukan dan panutan. Walau harus berkerja keras seadanya, Jarir bin Yazid bersikeras membiayai Ath-Thabari untuk berkeliling ke beberapa negeri untuk mencari ilmu. Keinginan ini memang bukan tanpa alas...

Tobatnya Khalifah al-Makmun

Gambar
Udara panas menyengat. Angin gurun disertai badai samun. Terasa sangat mendera. Debu-debu berterbangan. Membuat dinding-dinding tembok menjadi kusam. Terkena debu. Jalan lengang di siang hari. Hanya satu dua orang yang pergi. Karena sangat perlu. Tak tahan menghadapi udara gurun yang panas. Menyengat. Kala itu, putra Khalifah al-Makmun, yang bernama Pangeran Ali sedang berada di tangsi militer. Tiba-tiba seorang pelayan datang. “Tuanku Amirul Mukminin memanggil. Ia memanggil untuk jamuan makan, dan sekarang menunggu tuan”, ujar pelayan itu. Mendengar panggilan itu, Pangeran Ali, lalu berkata: “Sungguh. Cuaca sangat panas dan terasa gerah, membuat diriku malas keluar. Maka, kembalilah dan beritahukan kepada Amirul Mukminin, bahwa kamu mendapatkanku sedang tidur”, ucap Pangeran Ali. Tapi, pelayan itu kembali lagi, dan mengatakan : “Amirul Mukminin memerintahkan untuk membangunkan. Beliau sudah tidak sabar lagi walau sekejap saja”, tambah pelayan itu. Mendengar perintah itu, Pangeran Ali ...

Pelajaran Konsistensi dari Seorang Al-Auza’i

Gambar
Namanya Abdurrahman bin Amr bin Muhammad Asy-Syami Al-Auza’i. Ulama yang lahir pada tahun 88 Hijriyah ini biasa disebut dengan Al-Auza’i. Dialah anak yatim yang tumbuh di sekitar wilayah Damaskus yang kemudian menjadi panutan masyarakat sezamannya. Beliau terkenal dengan ulama yang begitu wara’ dalam hal apa pun yang akan menjadi konsumsi keluarganya. Suatu kali, ada seorang nasrani yang memberinya hadiah sekantong madu. Rupanya, si nasrani memberi hadiah ke Al-Auza’i bukan dengan sesuatu yang gratis. Ia ingin agar ulama yang sangat disegani penguasa waktu itu memberinya sebuah memo untuk disampaikan kepada sang penguasa. Dari memo itulah, ia berharap mendapat sesuatu dari sang penguasa. Al-Auza’i mengatakan, “Maukah kamu aku tuliskan sebuah memo untuk kamu bawa kepada penguasa Ba’labak, sementara sekantong madu ini kukembalikan kepadamu?” Tentu saja, tawaran ini diterima si nasrani. Ia pun gembira dengan apa yang dilakukan Al-Auza’i. Dari memo yang ditulis Al-Auza’i, si nasrani mendap...

Nasihat Kematian dari Ulama Hadits, Al-A'masy

Gambar
Pakaiannya terlihat begitu sederhana, bahkan teramat sederhana. Ketika seorang tabi’in ini menghadiri sebuah majelis, ulama atau pejabat, penampilan tokoh ini menjadi begitu mencolok karena lain dari yang lain. Dialah Sulaiman bin Mihran Al-A’masy. Sosok unik beliaulah yang pernah membuat bingung seorang peserta majelis ahli fikih yang tengah berkumpul di Kufah. Apalagi kalau bukan penampilannya yang begitu teramat sederhana. Salah seorang peserta itu mengatakan kepada seorang panitia saat melihat kedatangannya menyertakan Al-A’masy yang tampak aneh, “Wahai Ibnu Abi Laila, kamu menghadiri majelis ahli fikih dan membawa orang seperti ini (berpakaian seperti gembel)?” Yang ditanya menjawab, “Inilah tuan (guru) kita, Al-A’masy!” Kejadian seperti ini bukan yang pertama dan terakhir. Teramat sering para tokoh ulama atau pejabat yang agak ‘terhinakan’ karena salah menilai penampilan pakar hadits yang menguasai tidak kurang dari empat ribu hadits ini. Guru dari Ibnu Mubarak ini seperti merasa...

Mereguk Mata Air Sabar 'Urwah bin Zubair

Gambar
Abu Abdillah atau Urwah bin Zubair bin Al-Awwam adalah di antara sederet tabiin yang memiliki kucuran mata air hikmah untuk generasi umat sesudah beliau. Adik dari Abdullah bin Zubair ini memberikakan pelajaran tentang nilai sebuah kesabaran. Suatu hari cucu Abu Bakar Ash-shiddiq ini mendapat tugas untuk menemui khalifah Al-Walid bin ‘Abdil Malik di ibukota kekhalifahan, yaitu Damaskus di negeri Syam. Bersama dengan rombongan, ‘Urwah akan menempuh perjalanan dari Madinah menuju Damaskus yang saat ini menjadi negara Yordania. Ketika melewati Wadil Qura, sebuah daerah yang belum jauh dari Madinah, telapak kaki kiri beliau terluka. Tabiin yang lahir pada tahun 23 Hijriyah ini menganggap biasa lukanya. Ternyata, luka tersebut menanah dan terus menjalar ke bagian atas kaki Urwah. Setibanya di istana Al-Walid, luka di kaki kiri Urwah tersebut sudah mulai membusuk hingga betis. Urwah pun mendapatkan pertolongan dari Khalifah Al-Walid yang memerintahkan sejumlah dokter untuk memberikan perawat...

Mengapa Abu Darda Menangis Sendirian?

Gambar
Sholat shubuh tak sempat ia lakukan di mushola dekat rumahnya. Ketika adzan menggema, yang menandakan pangggilan waktu shalat. Laki-laki itu harus sudah bergegas dengan motornya menuju pusat kota. Pergi ketika anak-anaknya masih tidur. Terkadang tak sempat berpamitan dengan istrinya, karena istrinya masih terlelap. Ia biasanya masih menyempatkan shalat shubuh di tengah jalan. Tapi, lebih banyak meninggalkan kewajiban shalat. Sudah beberapa tahun ia tinggal di pinggiran kota. Tak mungkin lagi hidup dan tinggal di pusat kota. Rumahnya di gusur. Kemudian, ia dan keluarga pergi meninggalkan pusat kota, dan pergi ke pinggiran, yang agak jauh dengan pusat kota. Setiap hari ia harus pergi menempuh jarak yang jauh, menuju tempat ia bekerja. Setiap hari ia harus menghabiskan waktu, tak kurang dua jam atau tiga jam, agar ia dapat mencapai pusat kota. Terkadang lebih. Jika dihitung ia harus menghabiskan waktu enam jam, hanya untuk perjalanan dari rumah ke tempat bekerja. Proses kehidupan yang ber...

Imam Ahmad bin Hambal, Ujian dari 4 Rezim (3)

Gambar
Setelah ujian penyiksaan, fitnah, dan penjara dialami Imam Ahmad bin Hambal dari tiga khalifah secara berturut-turut sukses dilalui dengan kesabaran; ujian bentuk lain pun sudah menanti. Dan justru, ujian dari khalifah yang baru ini lebih berat dirasakan Imam Ahmad ketimbang ujian-ujian sebelumnya. Setelah meninggalnya Al-Watsiq bin Al-Mu’tashim, kekhalifahan pun dipegang oleh Al-Mutawakkil bin Al-Mu’tashim. Seorang khalifah yang pemahaman akidahnya sangat berbeda dengan para pendahulunya. Al-Mutawakkil melarang seluruh penduduk, siapa pun mereka, untuk memperdebatkan atau membicarakan soal Alquran adalah makhluk. Beliau pun membebaskan seluruh ulama yang sempat masuk penjara karena fitnah dari para khalifah pendahulunya. Sebaliknya, mereka yang sebelumnya disebut sebagai ulama yang mengobarkan fitnah bahwa Alquran adalah makhluk, dipenjara seumur hidup. Dan, harta yang mereka dapatkan dari kekhalifahan sebelumnya disita tanpa syarat. Para ulama ahlul hadits yang akhirnya mendapat pemb...

Imam Ahmad bin Hambal, Ujian Sabar dari 4 Rezim (2)

Gambar
Di masa Imam Ahmad bin Hambal, ada empat rezim kekhalifahan yang akhirnya menjadi batu ujian untuk perjalanan hidup beliau. Empat penguasa itu adalah Al-Makmun Abu Ja’far bin Harun Ar-Rasyid, Al-Mu’tashim bin Harun Ar-Rasyid, Al-Watsiq Abu Ja’far Harun bin Al-Mu’tashim, dan Al-Mutawakkil Abu Fadhl Ja’far bin Al-Mu’tashim. Mereka secara bergantian, memberikan berbagai ujian berat kepada Imam Ahmad. Di masa kekhalifahan Al-Makmun, pengaruh Mu’tazilah mulai merasuk ke istana. Salah satu pengaruh yang menjadi fitnah besar dalam perkembangan Islam di Baghdad saat itu adalah ajaran yang menyatakan bahwa Alquran adalah makhluk, yang berarti bisa benar dan salah. Dengan masuknya beberapa tokoh Mu’tazilah ke jajaran pejabat tinggi istana, pemahaman buruk itu akhirnya dideklarasikan oleh Al-Makmun. Al-Makmun pun menyerukan ajaran sesat itu ke seluruh negeri kekuasaannya. Ia memaksa seluruh ahli hadits, para ulama, dan tokoh umat untuk mengikuti ajaran itu. Tentu saja, mereka menolak. Tapi karena...

Imam Ahmad bin Hambal, Ujian Sabar dari 4 Rezim (1)

Gambar
Nama asli beliau Ahmad bin Muhammad bin Hambal. Panggilan akrab ulama yang lahir di Baghdad 164 Hijriyah ini adalah Abu Abdillah. Nama itu merupakan sandingan dengan nama salah seorang putera beliau yang bernama Abdullah. Sejak belia Ahmad bin Hambal telah hidup yatim. Di usia tiga puluh tahun, ayahnya yang seorang walikota meninggal dunia. Sejak saat itu, kehidupan keluarga Ahmad kecil ini dalam keadaan yang sangat sederhana. Ibu Ahmad bin Hambal sangat bersikeras anaknya kelak menjadi orang yang berilmu. Ia sengaja melahirkan dan membesarkan anaknya di Baghdad, bukan kota di mana suaminya pernah menjadi pejabat nomor satu, hanya untuk mengkondisikan puteranya menjadi dekat dengan para ulama dan jauh dari kehidupan glamour seperti umumnya anak-anak pejabat. Kegigihan dan keseriusan Ahmad bin Hambal muda memang luar biasa dalam menuntut ilmu. Kerap kali, Ibu Ahmad bin Hambal menyampaikan usul agar anaknya bisa berangkat mencari ilmu setelah adzan Subuh. Tapi, Ahmad muda tetap menunjuk...